DIENG SEBAGAI TANAH PARA DEWA

Kenapa Dieng di sebut sebagai tanah para Dewa, secara etimologi kata Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yakni Di- dan Hyang dimana Di berarti Gunung/tempat sedangkan Hyang berarti Arwah leluhur atau bisa di artikan sebagai dewa-dewi makanya banyak yang mengartikan bahwa Dieng adalah tempat para Dewa dan dewi bersemayam atau Gunung tempat bersemayamnya Dewa-dewi.

DIENG SEBAGAI NEGERI DI ATAS AWAN

Secara Geografis dataran tinggi Dieng terletak di atas ketinggian 2000 mdpl dari sinilah Dieng di sebut sebagai Negeri di atas Awan karena ketika mejelang pagi hari saat sang surya mulai terbit di antara jajaran gunung -gunung yang menjulang tinggi kawasan ini benar-benar berada di atas gumpalan awan-awan yang belum terurai oleh sinar matahari.

DIENG SEBAGAI BUKTI PENINGGALAN SEJARAH MASA LAMPAU

Berdirinya bangunan candi yang di perkirakan di buat pada abad VIII merupakan salah satu bukti kejayaan peradaban Dieng di masa lampau, yang menurut ahli sejarah berpendapat ada ratusan Candi berdiri di atas dataran tinggi ini.Peninggalan sejarah berupa candi-candi Hindu ini di perkirakan sebagai tempat Pemujaan Dewa Siwa sebagai dewa utama Agama Hindu dari sinilah banyak arkeolog yang berpendapat bahwa Dieng merupakan tempat peribadatan atau sebagai tempat Spiritual orang-orang Hindu di masa lampau dan bukan merupakan sebagai pusat pemerintahan atau Kerajaan. Namun demikian sebagian masyarakat atau penduduk Dieng saat ini Mayoritas memeluk agama Islam makanya banyak di jumpai Masjid ataupun Mushola di sepanjang kawasan ini.

DIENG SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA

Bagi banyak wisatawan ataupun traveler Kawasan Dieng ini merupakan sebuah Menu yang lengkap untuk di kunjungi Karena banyak destinasi atau tempat yang bisa di kunjungi Dari wisata sejarah berupa Candi sampai wisata Alam berupa Danau atau gunung dan bukit dalam satu kawasan. Selain itu juga Dieng memiliki beberapa kawah seperti kawah Sikidang, kawah Candradimuka dan yang lainya sebagai bukti bahwa Dieng merupakan daerah vulkanik yang masih aktif yang semuanya itu bisa kita saksikan atau kita kunjungi hingga sekarang, Dieng juga memiliki Budaya/adat yang masih ada hingga sekarang salah satunya yaitu Upacara tradisi ruwat anak berambut gimbal/gembel yang setiap tahunya biasa di gelar dalam acara Dieng Culture Festival ( festival budaya Dieng ).

DIENG SEBAGAI TEMPAT BERPETUALANG

Dari bukit Sikunir hingga Gunung Prau, Dari Telaga Cebong hingga ke Dringo, dari Padang rumput semurup hingga Bukit teletubuies dari Bima lukar sampai Kali Serayu, semua itu merupakan tempat berpetualang yang mengasyikan berawal dari treking ke lembah semurup, camping dan Hiking di bukit sikunir dan gunung prau hingga Rafting di sungai serayu merupakan sesuatu yang wajib di datangi bagi para traveler yang sering berpetualang dengan alam.dari sinilah Dieng di juluki sebagaitempat berpetualang.

DIENG SEBAGAI PENGHASIL KENTANG DI INDONESIA

Dari Wilayah Kecamatan Kejajar Wonosobo, kecamatan Batur Banjarnegara yang semuanya itu masuk Kawasan dataran tinggi Dieng merupakan penghasil tanaman sayur seperti Kentang, Kubis Wortel dan sebagainya. Tentunya anda melihat di sepanjang jalan menuju Dieng di sebelah kanan -kiri anda banyak di jumpai tanaman sayur yang kebanyakan adalah tanaman Kentang dari itulah mata pencaharian orang-orang Dieng. hampir semua kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta,Surabaya dan lain sebagainya kebutuhan akan sayur terutama Kentang di suplay dari kawasan dataran tinggi Dieng itulah kenapa Dieng di juluki sebagai penghasil kentang di Indonesia.